Kamis, 09 Februari 2012

Makalah menumbuhkan jiwa wirausaha

MAKALAH
MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN

Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bimbingan dan Konseling Karir di Sekolah Menengah
Dosen Pengampu : Endang Purwaningtyas











DISUSUN OLEH :
QOYYIMATUL HUSNA
08110186
7 D



PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI SEMARANG
2011
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan kenikmatan, serta rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Sehingga  dalam penyusunan Makalah “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan” ini dapat  diselesaikan dengan baik tanpa suatu halangan apapun, yaitu untuk memenuhi tugas mata Bimbingan dan Konseling Karir di Sekolah Menengah  dengan dosen pengampu Endang Purwaningtyas.
Tidak lupa saya sampaikan ucapan terima kasih kepada :
ALLAH SWT Wa azza wajallah, yang telah memberikan karunianya kepada kita
Nabi Muhammad SAW serta keluarga, dan sahabatnya yang kita tunggu – tunggu syafaatnya di yaumul akhir
Bpk Heri Saptadi Ismanto, S.Pd., M.PdIbu Endang Purwaningtyas  yaitu sebagai dosen pengampu
Ananda Mazida Failasufa sebagai Penyemangat
Suami tersayang ”Achmad Fachrudin” yang selalu memberikan semangat dan motivasinya serta doa disetiap waktunya
Teman – teman sekalian yang saya cintai
Terima kasih atas dukungan dan doanya selalu semoga Allah selalu melindungi kita semua dalam kondisi apapun.
Dalam  penyusunan makalah ini sesungguhnya juga masih jauh dari pada sempurna. Maka kepeda para pembaca diperkenankan memberikan kritik dan saran kepada Penyusun, sekiranya itu untuk membangun dan  perbaikan pembuatan makalah ini, terima kasih.



Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL        i
KATA PENGANTAR        ii
DAFTAR ISI        iii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang        1
B.    Rumusan Masalah         2
C.    Manfaat dan Tujuan        2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Hakikat Kewirausahaan        3
B.    Jiwa dan Sikap Kewirausahaan        3
C.    Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan        6
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan        10
B.    Saran        10

DAFTAR PUSTAKA













BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Harapan  untuk  diterima  di  dunia  kerja  tentunya  tidaklah  keliru,  namun tidak  dapat  dipungkiri  bahwa  kesempatan  kerja  pun  sangat  terbatas  dan  tidak berbandng  linear  dengan  lulusan  lembaga  pendidikan  baik  dasar,  menengah maupun  pendidikan tinggi.  Oleh sebab itu  semua  pihak  harus  terus  berpikir dan mewujudkan  karya  nyata  dalam  mengatasi  kesenjangan  antara  lapangan  kerja dengan lulusan institusi pendidikan.
Kesenjangan ini merupakan penyebab utama peningkatan angka pengangguran.    Sedangkan    pengangguran    adalah    salah    satu    permasalahan pembangunan  yang  sangat  kritis  khususnya  di  negara  Indonesia  termasuk  di daerah-daerah di pelosok nusantara.
Salah satu solusinya adalah dengan mencetak lulusan lembaga pendidikan yang  memiliki  potensi  untuk  mengembangkan  keterampilannya  menjadi  usaha mandiri.   Selain   menjadi   solusi   bagi   dirinya,   seringkali   usaha   mandiri   ini mendatangkan  berkah  bagi  orang  lain  yang  direkrut  sebagai  karyawan  ataupun buruh pada usaha yang dirintisnya.
Sekian banyak alasan yang   mendorong   seseorang   untuk   melakukan terobosan dan memilih berwirausaha. Namun demikian pada prakteknya tidaklah mudah  memulai  suatu  usaha.  Rasa  takut  yang  berlebihan  akan  kegagalan  dan kerugian seringkali menghantui jiwa seseorang ketika akan memulai usahanya. Keberanian  untuk  memulai  merupakan  modal  utama  yang  harus  dimilki seseorang   untuk   terjun   dalam   dunia   usaha.




B.    Rumusan Masalah
1.    Apasajakah hakikat kewirausahaan?
2.    Seperti apakah jiwa dan sikap kewirausahaan?
3.    Bagaimana menumbuhkan jiwa kewirausahaan?

C.    Manfaat dan Tujuan
1.    Dapat mengetahui berbagai hakikat kewirausahaan.
2.    Dapat mengetahui berbagai jenis jiwa dan sikap kewirausahaan.
3.    Mampu  memahami cara menumbuhkan jiwa kewirausashaan.



















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hakikat Kewirausahaan
Kewirausahaan  (Suryana:  2003)  adalah  kemampuan  kreatif  dan  inovatif yang  dijadikan  dasar,  kiat  dan  sumber  daya  untuk  mencari  peluang  menuju sukses.  Inti  dari  kewirausahaan  adalah  kemampuan  untuk  menciptakan  sesuatu yang  baru  dan  berbeda  (create  new  and  different)  melalui  berfikir  kreatif  dan inovatif.
Suryana   (2003)   mengatakan   bahwa   kewirausahaan   merupakan   suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda melalui :
1.    Pengembangan teknologi baru
2.    Penemuan pengetahuan ilmiah baru
3.    Perbaikan produk barang dan jasa yang ada
4.    Penemuan   cara-cara   baru   untuk   menghasilkan   barang   lebih   banyak dengan sumber daya lebih efisien.
Kreativitas  adalah  kemampuan  untuk  mengembangkan  ide-ide  baru  dan cara-cara  baru  dalam  pemecahan  masalah  dan  menemukan  peluang.  Sedangkan inovasi    adalah    kemampuan    untuk    menerapkan    kreativitas    dalam    rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang. Jadi kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda.

B.     Jiwa dan Sikap Kewirausahaan
Meredith et al.. (2002), mengemukakan nilai hakiki penting dari wirausaha adalah:
1.    Percaya diri (self confidence)
Merupakan  paduan  sikap  dan  keyakinan  seseorang  dalam

menghadapi  tugas atau pekerjaan,  yang bersifat internal,  sangat relatif  dan dinamis  dan banyak ditentukan    oleh    kemampuannya    untuk memulai,    melaksanakan    dan menyelesaikan   suatu   pekerjaan.   Kepercayaan   diri   akan   mempengaruhi gagasan,  karsa,  inisiatif,  kreativitas,  keberanian,  ketekunan,  semangat  kerja, kegairahan    berkarya.    Kunci    keberhasilan dalam    bisnis    adaalh    untuk memahami   diri   sendiri.   Oleh   karena   itu   wirausaha   yang   sukses   adalah wirausaha yang mandiri dan percaya diri.
2.    Berorientasi tugas dan hasil
Seseorang  yang  selalu  mengutamakan  tugas  dan  hasil,  adalah  orang  yang selalu  mengutamakan  nilai-nilai  motif  berprestasi,  berorientasi  pada  laba, ketekunan  dan  kerja  keras.  Dalam  kewirausahaan  peluang  hanya  diperoleh apabila  ada  inisiatif.  Perilaku  inisiatif  biasanya  diperoleh  melalui  pelatihan dan pengalaman bertahun-tahun dan pengembangannya diperoleh dengan cara disiplin diri, berpikir kritis, tanggap, bergairah dan semangat berprestasi.
3.     Keberanian mengambil risiko
Wirausaha   adalah   orang   yang   lebih   menyukai   usaha-usaha   yang   lebih menantang  untuk  mencapai  kesuksesan  atau  kegagalan  daripada  usaha  yang kurang menantang. Wirausaha menghindari situasi risiko yang rendah karena tidak  ada  tantangan  dan  menjauhi  situasi  risiko  yang  tinggi  karena  ingin berhasil. Pada situasi ini ada dua alternatif yang harus dipilih yaitu alternatif yang  mengangung  risiko  dan  alternatif  yang  konservatif  .  Pilihan  terhadap risiko tergantung pada :
a.    Daya tarik setiap alternatif
b.    Kesediaan untuk rugi
c.    Kemungkinan relatif untuk sukses atau gagal
Selanjutnya kemampuan untuk mengambil risiko tergantung dari:
a.    Keyakinan pada diri sendiri
b.    Kesediaan  untuk  menggunakan  kemampuan  dalam  mencari  peluang  dan kemungkinan untuk memperoleh keuntungan
c.    Kemampuan untuk menilai situasi risiko secara realitis
4.    Kempemimpinan
Seorang   wirausaha   harus   memiliki   sifat   kepemimpinan,   kepeloporan, keteladanan. Ia selalu menampilkan produk dan jasa-jasa baru dan berbeda sehingga   ia   menjadi   pelopor   baik   dalam   proses   produksi   maupun pemasaran.   Dan   selalu   memanfaatkan   perbedaan   sebagai   suatu   yang menambah nilai.
5.     Berorientasi ke masa depan
Wirausaha  harus  memiliki  perspektif  dan  pandangan  ke  masa  depan, kuncinya  adalah  dengan  kemampuan  untuk  menciptakan  sesuatu  yang baru dan berbeda dari yang ada sekarang.
6.     Keorisinilan : Kreativitas dan Inovasi
Wirausaha yang inovatif adalah orang yang memiliki ciri-ciri:
a.    Tidak pernah puas dengan cara-cara yang dilakukan saat ini, meskipun cara tersebut cukup baik
b.    Selalu menuangkan imajinasi dalaam pekerjaannya
c.    Selalu ingin tampil berbeda atau selalu memanfaatkan perbedaan
Kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berpikir sesuatu  yang  lama  dengan  cara-cara  baru.  Menurut  Everett  E.  Hagen  ciri-ciri innovational personality sebagai berikut :
1.    Openness to experience, terbuka terhadap pengalaman
2.    Creative  imagination,  memiliki  kemampuan  untuk  bekerja  dengan penuh imajinasi
3.    Confidence and content in one’s own evaluation, memiliki keyakinan atas penilaian dirinya dan teguh pendirian
4.    Satisfiction   in   facing   and   attacking   problems   and   in   resolving confusion    or    inconsistency,    selalu    memiliki    kepuasan    dalam menghadapi dan memecahkan persoalan
5.    Has    a  duty  or  responsibility  to  achieve,  memiliki  tugas  dan  rasa tanggung jawab untuk berprestasi
6.    Inteigence and energetic, memiliki kecerdasan dan energik
Sedangkan menurut Alma (2003), jalan menuju wirausaha sukses adalah :
-    mau kerja keras
-    bekerjasama
-    penampilan yang baik
-    yakin
-    pandai membuat keputusan
-    mau menambah ilmu pengetahuan
-    ambisi untuk maju
-    pandai berkomunikasi

Proses  kreatif  dan  inovatif   (Suryana:  2003)  hanya  dilakukan  oleh  orang- orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu :
1.    Percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen)
2.    Berinisiatif (energik dan percaya diri)
3.    Memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan)
4.    Memiliki  jiwa  kepemimpinan  (berani  tampil  berbeda  dan  berani  mengambil resiko dengan penuh perhitungan)
5.    Suka tantangan
Faktor   pribadi   yang   mempengaruhi   kewirausahaan   :   motif   berprestasi, komitmen, nilai-nilai pribadi, pendidikan dan pengalaman. Sedangkan dari faktor lingkungan adalah peluang, model peran dan aktivitas.

C.    Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan
Banyak   pengusaha  yang  lahir  dari keluarga   atau   keturunan   pengusaha.   Tetapi   bukan   berarti   diturunkan   secara genetis. Mungkin hal ini terjadi karena aspek lingkungan pengusaha yang cukup kuat mempengaruhi jiwa orang tersebut untuk menjadi pengusaha.
Menjadi  wirausaha  (entrepreneur)  tentu  saja  merupakan  hak azasi semua kita.   Jangan   karena   mentang-mentang   kita   tidak   punya   turunan   pengusaha sehingga menutup peluang untuk menjadi wirausaha.
Langkah   awal   yang   kita   lakukan   apabila   berminat   terjun   ke   dunia wirausaha  adalah  menumbuhkan  jiwa  kewirausahaan  di  diri  kita.  Banyak  cara yang dapat dilakukan misalnya:
1.    Melalui pendidikan formal. Kini berbagai lembaga pendidikan baik menengah maupun  tinggi  menyajikan  berbagai  program  atau  paling  tidak  mata  kuliah kewirausahaan
2.    Melalui  seminar-seminar  kewirausahaan.  Berbagai  seminar  kewirausahaan seringkali    diselenggarakan    dengan    mengundang pakar    dan    praktisi kewirausahaan   sehingga   melalui   media   ini   kita   akan   membangun   jiwa kewirausahaan di diri kita
3.    Melalui   pelatihan.   Berbagai   simulasi   usaha   biasanya   diberikan   melalui pelatihan baik yang dilakukan dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan outdoor).  Melalui  pelatihan  ini,  keberanian  dan  ketanggapan  kita  terhadap dinamika   perubahan   linghkungan   akan   diuji   dan   selalu   diperbaiki   dan dikembabngkan
4.    Otodidak.   Melalui   berbagai   media   kita   bisa   menumbuhkan   semangat berwirausaha.  Misalnya  melalui  biografi  pengusaha  sukses  (sucess  story), media televisi, radio majalah koran dan berbagai media yang dapat kita akses untuk menumbuhkembangkan jiwa wirausaha yang ada di diri kita.

Melalui berbagai media tersebut ternyata setiap orang dapat mempelajari dan menumbuhkan jiwa wirausaha. Pertanyaannya, aspek-aspek kejiwaan apa saja yang mencirikan bahwa seseorang dikatakan memilki jiwa wirausaha ?
Suryana (2003) bahwa orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu :
a.    Percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen)
Percaya diri dalam  menentukan sesuatu,  percaya diri dalam  menjalankan sesuatu,  percaya  diri  bahwa  kita  dapat  mengatasi  berbagai  resiko yang  dihadapi merupakan faktor yang mendasar yang harus dimiliki oleh wirausaha. Seseorang yang  memiliki  jiwa  wirausaha  merasa  yakin  bahwa  apa-apa  yang  diperbuatnya akan   berhasil   walaupun   akan   menghadapi   berbagai   rintangan.   Tidak   selalu dihantui rasa takut akan kegagalan sehingga membuat dirinya optimis untuk terus maju.
b.    Berinisiatif (energik dan percaya diri)
Menunggu akan sesuatu yang tidak pasti merupakan sesuatu yang paling dibenci   oleh   seseorang   yang   memiliki   jiwa   wirausaha.   Dalam   menghadapi dinamisnya   kehidupan   yang   penuh   dengan   perubahan   dan   persoalan   yang dihadapi,  seorang  wirausaha  akan  selalu  berusaha  mencari  jalan  keluar.  Mereka tidak   ingin   hidupnya   digantungkan   pada   lingkungan,   sehingga   akan   terus berupaya mencari jalan keluarnya.
c.    Memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan)
Berbagai  target  demi  mencapai  sukses  dalam  kehidupan  biasanya  selalu dirancang  oleh  seorang  wirausaha.  Satu  demi  satu  targetnya  terus  mereka  raih. Bila   dihadapkan   pada   kondisi   gagal,   mereka   akan   terus   berupaya   kembali memperbaiki kegagalan yang dialaminya.
Keberhasilan demi keberhasilan yang diraih oleh seseorang yang berjiwa entrepreneur menjadikannya pemicu untuk terus meraih sukses  dalam hidupnya. Bagi mereka masa depan adalah kesuksesan adalah keindahan yang harus dicapai dalam hidupnya.
d.    Memiliki  jiwa  kepemimpinan  (berani  tampil  berbeda  dan  berani  mengambil resiko dengan penuh perhitungan)
Leadership    atau    kepemimpinan merupakan factor kunci menjadi wirausahawan  sukses.  Berani  tampil  ke  depan  menghadapi  sesuatu  yang  baru walaupun  penuh  resiko.  Keberanian  ini  tentunya  dilandasi  perhitungan  yang rasional.
Seorang  yang  takut  untuk  tampil  memimpin  dan  selalu  melemparkan  tanggung jawab kepada orang lain, akan sulit meraih sukses dalam berwirausaha. Sifat-sifat tidak percaya diri, minder, malu yang berlebihan, takut salah dan merasa rendah diri adalah sifat-sifat yang harus ditinggalkan dan dibuang jauh-jauh dari diri kita apabila ingin meraih sukses dalam berwirausaha.
e.    Suka tantangan
Kita   mungkin   sering   membaca   atau   menyaksikan   beberapa   kasus mundurnya   seorang  manajer  atau  eksekutif   dari   suatu  perusahaan.   Apa  yang  menyebabkan     mereka  hengkang dari perusahaannya    dan    meninggalkan kemapanan sebagai seorang manajer?
Sebagian  dari  mereka  ternyata  merasa  jenuh  terus  menerus  mengemban  tugas rutin yang entah kapan berakhirnya. Mereka membutuhkan kehidupan yang lebih dinamis  yang  selama  ini  belim  mereka  dapatkan  di  perusahaan  tempat  mereka bekerja.   Akhirnya   mereka   menelusuri   aktivitas   seperti   apakah   yang   dapat memuaskan kebutuhan mereka akan tantangan ?
“Berwirausaha”  ternyata  menjadi  pilihan  sebagian  besar  manajer  yang  sengaja keluar dari kemapanannya di perusahaan. Mengapa “wirausah ?” Ternyata begitu banyak  variasi  pekerjaan  dan  perubahan  yang  sangat  menantang  dalam  dunia wirausaha.









BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
kewirausahaan  adalah  kemampuan  untuk  menciptakan  sesuatu yang  baru  dan  berbeda  (create  new  and  different)  melalui  berfikir  kreatif  dan inovatif.
Langkah   awal   yang   kita   lakukan untuk  menumbuhkan  jiwa  kewirausahaan  diantaranya :
1.    Melalui pendidikan formal
2.    Melalui  seminar-seminar  kewirausahaan
3.    Melalui   pelatihan
4.    Otodidak.
Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan yaitu :
1.    Percaya diri (yakin, optimis dan penuh komitmen)
2.    Berinisiatif (energik dan percaya diri)
3.    Memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan)
4.    Memiliki  jiwa  kepemimpinan  (berani  tampil  berbeda  dan  berani  mengambil resiko dengan penuh perhitungan)
5.    Suka tantangan

5.    Saran
Menjadi seorang wirausahawan itu sangat menarik, akan tetapi sangat banyak hal-hal yang perrlu dipersiapkan sebelum kita melangkah dan memulai terjun ke dunia kewirausahaan.
Perlunya informasi yang kita dapatkakn serta pengalaman dari para senior terdahulu sehingga dapat dijadikan pondasi untuk diri kita dalam memulai sebuah usaha.
Motivasi serta semangat juang dari diri kita juga tidak ketinggalan guna memperkuat keyakinan dalam mengawali niat baik menjadi seorang wirausahawan.
DAFTAR PUSTAKA


Abdul, Herwan Muhyi. 2007. Menumbuhkan Jiwa dan Kompetensi Kewirausahaan. Bandung: UPB

Suryana.  2003.  Kewirausahaan:  Pedoman  Praktis,  Kiat  dan  Proses  Menuju Sukses. Jakarta: Salemba Empat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar